Ponaryo Astaman Resmi Pensiun Dari Dunia Sepak Bola

Liga.co.id – Indonesia mesti bersedia untuk tidak lagi lihat satu diantara aksi gelandang terbaiknya diatas lapangan, yaitu Ponaryo Astaman. Menyusul, ia mengambil keputusan untuk pensiun sebagai pemain, selepas selesainya Liga 1 2017.

Hal tersebut diumumkan Ponaryo, setelah membawa Borneo FC menang atas Arema FC, score 3-2, pada pertandingan pemungkas Liga 1 di Stadion Segiri, Samarinda, Hari sabtu (11/11) lalu. Selepas laga, mantan kapten timnas Indonesia itu bicara dihadapan fans Borneo.

” Sebagaimana yang saya berikan diawal musim, tahun ini yaitu tahun pamungkas saya di sepakbola profesional. Sebagaimana de javu, mungkin saja saya memulai karir dibawah tribun, juga akhiri karir dibawah tribun. Orang banyak yang katakan, mengapa tak kembali, mengapa tak pulang? Saya senantiasa menjawab tempat tinggal bukanlah senantiasa dari tempat mana kita berasal, namun tempat tinggal kadang-kadang bermakna dimana kita memastikan pilihan untuk tinggal, ” buka pesepakbola yang identik dengan nomor punggung 11 itu.

” Terima kasih atas dukungan kalian semuanya sampai kini, rekan-rekan, club, presiden (club Borneo FC, Nabil Husein Said Amin), yang memberi peluang saya untuk kembali pada sini. Terima kasih Samarinda serta Indonesia, dan semua tim yang telah dukungan karir saya. Tak banyak yang dapat saya beri, namun sangat banyak yang dapat saya kenang, ” pungkasnya.

Selama karirnya, Ponaryo memanglah telah kenyang pengalaman menguatkan beberapa club besar Tanah Air. Lelaki berumur 38 tahun itu memulai karir profesionalnya bersama PKT Bontang pada musim 2000/03. Lalu, ia sempat menguatkan PSM Makassar ‎ (2004-2006), Telekom Malaka ‎ (2006-2007), Arema ‎ (2007-2008), Persija Jakarta ‎ (2008-2009 serta ‎2014-2015), Sriwijaya FC ‎ (2009-2013), sampai pada akhirnya pilih pensiun di tim Pesut Etam yang mulai diperkuatnya semenjak 2016 lalu.

Sebagian titel juga sempat dicapainya mulai kampiun Indonesia Super League (ISL) 2011/12, Piala Indonesia 2010, Community Shield 2010, Inter Island Cup 2010 serta 2012, yang semua dicapai bersama Sriwijaya FC. Dengan individu, ia sempat juga memperoleh titel pesepakbola paling baik Liga Indonesia 2004 saat menguatkan PSM.

Ketika ini, Ponaryo juga tengah dalam sistem pengambilan lisensi kepelatihan A AFC. Peluang, ia juga akan meneruskan karirnya sebagai manager.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*